لإن شكرتم لأزيدنكم ولإن كفرتم إن عذابي لشديد
Bersyukur
merupakan salah satu ungkapan rasa terimakasih, menghargai, menerima, atas apa
yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Atas apa yang kita miliki sekarang,
tubuh dengan anggotanya yang bekerja sesuai dengan aturanNya, rezeki yang terus
menerus mengalir, mulai dari yang kita rasakan sampai yang tidak kita rasa,
kesehatan yang menjadikan tubuh kita ringan bergerak, otak mudah berfikir,
keimanan yang menjadikan kita tetap menjalankan perintah Allah, selalu berada
dijalannya untuk mengharap ridhonya.
Dan menjalani
hidup dengan segala yang ada di dalamnya merupakan sebuah kesyukuran. Juga
melihat berbagai macam totalitas kegiatan yang ada didalamnya, merasakan
berbagai macam rasa dalam menjalaninya, hingga mengerjakan berbagai macam
pekerjaan yang ada didalam hidup ini. Karena hidup harus terus bergerak, bak dinamo yang terus berputar hingga
menghasilkan manfaat bagi yang lainnya, dan apabila berhenti maka kita akan
mati, tidak memberikan manfaat bagi sekitar.
Begitupun,
kenyataan hidup yang setiap manusia alami tidaklah sama, berbeda-beda. Ada yang
hidupnya selalu didalam kenikmatan, seluruh apa yang diinginkan tercapai, apa
yang dibutuhkan terpenuhi, dan penuh dengan kegembiraan. Dan begitupun
sebaliknya, ada yang hidupnya selalu dilanda kepayahan dan kesusahan, tidak
pernah tercapai keinginannya, kebutuhannya sulit terpenuhi, penuh dengan
masalah, dililit hutang sehingga penuh dengan kegalauan dan kesedihan.
Tetapi
itu semua sudah diskenariokan oleh Allah Swt, agar kehidupan manusia lebih
stabil. Yang hidupnya penuh dengan kenikmatan harus lebih bersyukur dan
membantu mereka yang hidupnya penuh dengan kesusahan. Dan begitupun yang penuh
kesusahan harus bersyukur dan tabah atas kesusahan yang menimpa dirinya, terus
berusaha untuk memperbaiki kehidupannya, dan harus yakin bahwa Allah tidak
pernah membebankan seorang hamba kecuali hamba tersebut dapat memikul beban
yang ada padanya.
Oleh
karena itu, syukur yang kita lakukan haruslah syukur yang aktif. Mengawali
dengan menggerakkan lidah mengucapkan “al-hamdulillahirabbil alamin”. Dan
dilanjutkan dengan seluruh anggota tubuh manusia yang terus bergerak dan
menimbulkan manfaat. Mata yang terus menatap tajam kepada hal-hal yang positif,
telinga yang terus mendengar suara-suara yang baik, mulut yang terus berucap
kata-kata yang bermanfaat dan menyenangkan orang lain, tangan yang terus
bergerak untuk mengerjakan sesuatu yang bermanfaat, kaki yang terus beranjak
ketempat-tempat yang bermanfaat, akal yang terus berfikir dan beride yang bisa
berdampak baik bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar, dan syukur yang
seperti inilah yang akan menjadikan diri sendiri dan lingkungan lebih baik dan
positif.
Karena
Allah tidak pernah menyia-nyiakan syukur, Dia berjanji akan menambahkan nikmat
bagi mereka yang bersyukur, dan mengazab mereka yang tidak bersyukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar